Postingan

Dari Nanggala

Gambar
Tak ada satu orangpun yang suka dengan keberpisahan. Terlebih perpisahan itu adalah pisahnya dari kesempatan berkumpul dengan satu dua kebaikan. Terlebih perpisahan itu adalah pisahnya dari kegembiraan dan kenyamanan. Hal yang akan "hilang" dan takkan terulang. Namun, perpisahan sejatinya juga kebaikan.  Berkat perpisahan kita menjadi menghargai pertemuan, berkat perpisahan kita punya energi untuk melakukan hal-hal baru, berkat perpisahan kita senang menabung cerita-cerita baru untuk kita ceritakan kelak saat kembali bertemu. Yakinlah, perpisahan kita adalah kebaikan. Dan jarak yang terlampau jauh ini akan jadi guru baru untuk kita, guru yang mengajari kita menjadi manusia merdeka. Sembari kita berdo'a, diantara kedalaman ini, semoga Tuhan selalu menyelimuti kita. -- Dari Nanggala

Pergi Ke Jogja adalah Caraku untuk Ngetawain Kesibukan Orang-orang di Kota

Gambar
“Pergi ke Yogya adalah caraku untuk ngetawain kesibukan orang-orang Jakarta” -Sudjiwo Tedjo- Ke Jogja, ya kembali ke Jogja. Guyon nyentrik ala Presiden Jancukers itu memang ada benarnya, terlebih dengan keseharian beraktifitas di Jakarta saat ini. Sibuk, kadang macet, kadang panas, riuh dan ramai. Jogja membuat kita seperti menghilang, hanyut terbawa arus sungai bernama istimewa, hanyut dalam keindahan dan romantisnya, hanyut dan menghilang dari kesibukan-kesibukan kita di Kota. Jogja adalah tempat pas untuk kita cemburu. Cemburu pada kesejukan, keguyuban, dan keramahan setiap orang yang ada di dalamnya. Cemburu pada “Monggo mas, amit njih bu” yang berbalas dengan sebuah sapa dan senyum yang merekah. Bukankah di Kota kita jarang menemukannya ?, terlebih bagi kita yang (maaf) tiap hari berkencan dengan kesibukan di dalam kamar-kamar berpenyejuk ruangan. Jogja adalah Kasampurnaning Ngurip , tempat terbaik untuk menepi, mencari dan mengisi kembali sang “aku” dengan kerendahan, dan “Pupuh...

Berbagi dengan Semut

Gambar
Kemarin atau setiap hari akan selalu kita dapati peristiwa sebuah makanan yang dihinggapi puluhan atau bahkan ratusan semut, peristiwa yang kadang membuat kita kesal karna betapa inginnya kita dengan makanan tersebut tapi sudah didahului oleh segerombolan semut. Semut seperti kita ketahui merupakan salah satu hewan “cilik” yang berada dimana-mana di gedung tinggi bahkan di rumah-rumah, mungkin bisa dikatakan semut adalah hewan yang ada di seantero dunia. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut mungkin lebih mudahnya kita bisa mengingat lagi apa yang tergambarkan dalam sebuah film “A Bug’s Life” sebuah film yang menarik dan mendidik terutama tentang kerjasama dari koloni semut. Lantas mengapa tulisan ini seolah-olah mengajak untuk berdamai dengan semut, padahal kita sudah tau semut itu sering bikin kesal karna telah mengambil makanan kita. Seni ikhlas Semut-semut yang mengambil makanan memang sudah mengambil tanpa permisi kepada kita yang mempunyai makan...