Postingan

Menanti Gubernur Perempuan

Gambar
Bersama Ibu Khofifah Indar Parawansa, Saat Pilgub Jatim 2018 Sepanjang sejarah pemilu di Indonesia, seingat penulis tercatat baru ada dua orang yang berhasil menjadi Gubernur. Yaitu, Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Provinsi Banten dan Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur. Dua orang itu pun masih terbilang sangat sedikit jika kita bandingkan dengan rasio penduduk perempuan di Indonesia. Memang bukanlah perkara mudah bagi perempuan untuk memenangi pertarungan dalam kontestasi pemilu, terlebih stigma negatif terhadap kepemimpinan perempuan yang masih melekat di masyarakat. Alhasil, majunya perempuan dalam sebuah kontestasi politik tidak hanya bermodalkan visi misi, program andalan, namun juga modal keberanian untuk mematahkan stigma miring terhadap kepemimpinan perempuan. Perempuan Lebih Peka Ada yang menarik saat perhelatan Singapore Expo 2019 silam, Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama pernah mengatakan, bahwa sebuah negara akan lebih maju jika dip...

Merajut Kebinekaan di Era Digital

Gambar
Saat menjadi Narasumber dalam Kegiatan Bijak Bermedia Sosial, Kerjasama Kominfo RI dan Tim Komunikasi Presiden RI Kemajuan teknologi semakin memberikan warna yang unik bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. Lewat kehadiran era digital elit politik semakin mempunyai “panggung” untuk lebih mendekatkan diri dengan konstituen, tak heran kemudian banyak kebijakan penting yang justru lahir dari suara-suara masif lewat bantuan instrumen digital seperti media sosial. Sehingga bisa dikatakan bahwa demokrasi hari ini memasuki era baru, era demokrasi digital. Hal itu bisa dilihat dari tereduksinya jaringan-jaringan sosial yang bersifat konvensional, pertemuan-pertemuan tatap muka, dan perkumpulan-perkumpulan organisasional, oleh kehadiran fitur-fitur digital. Puncaknya dapat kita lihat dari beberapa kali kontestasi demokrasi, baik dalam momentum Pilkada atau Pilpres, yang selalu erat dengan kegiatan memobilisasi massa melalui ikhtiar digital. Selain memberi dampak positif, kehadiran era digital ...

Saracen dan Tantangan Pertahanan Nasional

Gambar
Internet seperti kita ketahui merupakan sebuah kemajuan yang memberi dua mata sisi konsekuensi, positif maupun negatif. Dipandang dari sisi positif, lewat internet kita mampu berselancar mencari tahu banyak hal, bahkan bisa dikatakan internet menjadi fondasi penting bagi berdirinya peradaban baru pencarian informasi, lebih-lebih di tengah fakta kemalasan membaca (khususnya buku) yang secara kolektif dan serius menggerogoti bangsa ini. Sebaliknya, selain memberi kemampuan mendobrak akses informasi, internet juga memberikan konsekuensi negatif bagi penggunanya. Akses terhadap informasi yang berhasil didobrak menimbulkan arus deras seperti halnya aliran air dari sebuah sungai yang tadinya mampet sekarang menjadi sangat lancar. Namun sayangnya air informasi yang mengalir deras tersebut tidak selamanya menjernihkan, acapkali malah membuat keruh bagi para pencari dan penerima informasi. Selain itu kebanjiran informasi yang terjadi membuat kita susah memfilter sebuah informasi serta semakin m...